Ramadhan sebentar lagi kawan

Tak Terasa bulan Ramadhan sudah mendekati akhir, tak terasa pula ternyata peluang kita mengumpulakn pundi pundi amal akan segera berakhir
Apakan aku harus senang atau malah sebaliknya aku harus sedih??
Apa yang kita rasakan pada bulan yang penuh hikmah ini jangan sampai tidak dapat merubah kehidupan kita di 11 bulan kedepan.
Tulisan ini tentang perasaan yang bertolak belakang…
Saat aku liat penuhnya masjid di Mall Mall besar Jakarta saat adzan maghrib berkomandang, apakah aku harus senang atau sedih?
Saat banyak teman lama yang mengajak silaturahmi dengan melakukan buka bersama dan setelah itu melewati tarawih, apakah aku harus senang atau sedih?
Saat aku lihat banyak orang yang berlama lamaan dimasjid samapi dia tertidur pulas, apakah aku harus senang atau sedih?
Saat banyak orang yang memberikan zakat samapi ribuan orang mengantri berpanas panasan sampai ada yang teraniyaya dengan tidak sengaja, apakah aku harus senang atau sedih?
Saat banyak acara TV yang semakin menarik dijam jam orang yang seharusnya sholat tarawih walaupun itu tentang agama, apakah aku harus senang atau sedih?
Saat Banyak anak muda tetap bersemangat menunggu adzan maghrib dengan berkumpul di jalan, balap balapan dan berduaan dengan pasanganya walaupun bukan mukhrim, apakah aku harus senang atau sedih?
Saat makin banyak orang berbagi rezeky ke pedagang dipasar tradisional dengan memborong makanan, apakah aku harus senang atau sedih?

Mungkin kita lupa bahwa ada shalat tarawih yang hanya ada dibulan yang suci ini yang sering kita lewati, gaya hidup bersahaja yang diajarkan rosul kita, dan berlatih sabar akan godaan yang disebut emosi dan nafsu birahi…….

Berapa kali kita lewati tarawih karena kita sholat di Mall dan bukber bersama teman lama..
Berapa kali kita keluarkan uang diluar budget makan kita karena harus beli makanan yang sedikit diluar budget sehingga kita terlihat kurang bersahaja dalam hidup karena kita tau paling murah mkanan di Mall berapa???
Berapa kali kita ga tadarus karena asik menontot TV karena acaranya semakin seru????

Komentar bertahan »

cinta

CInta..terkadang aku bingung bagaimana harus melihat mu dari sisi mana?

Cinta..apakah kau bagian dari penyesalan..

CInta..benarkah kau yang membuat hidup manusia menjadi indah, atau sebaliknya kau yang membuat hidup ini sulit untuk

maju…

Cinta.. terkadang kau indah dilihat, diraba, disayang, tapi kadang kau menakutkan.,..

CInta.. benarkah ini adalah cinta terakhirku atau mungkin sebaliknya.,..

Cinta… tak pernah aku berharap bertemu dengan kau kembali setelah aku menemukan cinta yang ku pilih.,.

Cinta.,. Aku tak akan menyerah pada apa yang mereka bilang NASIB.,karena kata itupun dapat berubah.,.

Cnta .,.jangan jadikan aku manusia munafik untuk mengucapkan mu walaupun sebenarnya tidak atau pun sebaliknya.,.

Cinta.,.kau adalah simbol keberanian dari setia laki laki.,.

Cinta .,.kadang kau harus dimusnahkan untuk memperbaiki hidup.,

Cinta…cinta..cinta.,.sebenarnya kau ini apa??????

Komentar bertahan »

Sambunglah tali silaturahmi sampai akhir hayat..

Manusia adalah mahluk social yang selalu membutuhkan perhatian, teman dan kasih sayang dari sesamanya. Setiap diri terikat dengan berbagai bentuk ikatan dan hubungan, diantaranya hubungan emosional, sosial, ekonomi dan hubungan kemanusiaan lainnya. Maka demi mencapai kebutuhan tersebut adalah fitrah untuk selalu berusaha berbuat baik terhadap sesamanya. Islam sangat memahami hal tersebut, oleh sebab itu silaturahmi harus dilaksanakan dengan baik.

Sesungguhnya silaturahmi merupakan amal shalih yang penuh berkah, dan memberikan kepada pelakunya kebaikan di dunia dan akhirat, menjadikannya diberkahi di manapun ia berada, Allah swt memberikan berkah kepadanya di setiap kondisi dan perbuatannya, baik yang segera maupun yang tertunda. Keutamaannya sangat banyak, profitnya melimpah, buahnya matang, pohon-pohonnya baik yang memberikan makanannya di setiap waktu dengan izin Rabb-nya.

Kaum muslimin hendaknya tidak melalaikan dan melupakannya. Sehingga perlu meluangkan waktu untuk melaksanakan amal shalih ini.

Demikian banyak dan mudahnya alat transportasi dan komunikasi, seharusnya menambah semangat kaum muslimin bersilaturahmi. Bukankah silaturahmi merupakan satu kebutuhan yang dituntut fitrah manusia?

Sesungguhnya sempurnalah dengannya keakraban, tersebar kasih sayang dengan perantaraannya, dan merata rasa cinta. Ia adalah bukti kemuliaan, tanda muru`ah, mengusahakan bagi seseorang kemuliaan, pengaruh, dan wibawa. Karena alasan itulah berlomba-lomba padanya orang-orang mulia yang berakal, maka mereka menyambung (tali silaturrahim) kepada orang yang memutuskan dan memberi kepada orang yang tidak mau memberi, serta bersifat santun kepada yang bodoh. Tidaklah nampak muru`ah kecuali ada padanya tali kekeluargaan yang disambung kembali, kebaikan yang diberikan, kesalahan yang dimaafkan, dan uzur yang diterima.

Larangan memutus

Silaturahim termasuk akhlak yang mulia. Dianjurkan dan diseru oleh Islam. Diperingatkan untuk tidak memutuskannya.

Allah Ta’ala telah menyeru hambanya berkaitan dengan menyambung tali silaturahmi dalam sembilan belas ayat di kitab-Nya yang mulia. Allah Ta’ala memperingatkan orang yang memutuskannya dengan laknat dan adzab, diantara firmanNya: “Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa kamu akan membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan ? Mereka itulah orang-orang yang dilaknati Allah dan ditulikanNya telinga mereka, dan dibutakanNya penglihatan mereka.”(QS Muhammad :22-23).

“Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) namaNya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.” (QS An Nisaa’:1).

Silaturahmi merupakan perintah Allah dan Rasul-Nya, apa bila kita melaksanakan perintah tersebut disamping kita mendapatkan pahala juga akan mendapatkan keutamaan-keutamaan yang sangat banyak sekali, diantara keutamaan tersebut adalah :

Pertama, silaturahmi merupakan sebagian dari konsekuensi iman dan tanda-tandanya.

Dari Abu Hurairah ra oa berkata, Rasulullah saw bersabda : “Barang siapa yang beriman kepada Allah I dan hari akhir maka hendaklah ia memuliakan tamunya, dan barangsiapa yang beriman kepada Allah I dan hari akhir maha hendaklah ia menyambung hubungan silaturahmi”. (HR Bukhori dan Muslim)

Kedua, silaturahmi adalah penyebab bertambah umur dan luas rizqi.

Dari Abu Hurairah t ia berkata: Aku mendengar Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa yang senang diluaskan rizqinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung hubungan silaturahmi.” (HR Bukhori dan Muslim)

Ketiga, silaturahmi menyebabkan adanya hubungan Allah swt bagi orang yang menyambungnya.

“Sesungguhnya Allah swt menciptakan makhluk, hingga apabila Dia swt selesai dari (menciptakan) mereka, rahim berdiri seraya berkata: ini adalah kedudukan orang yang berlindung dengan-Mu dari memutuskan.’ Dia swt berfirman: ‘Benar, apakah engkau ridha bahwa Aku menyambung orang yang menyambung engkau dan memutuskan orang yang memutuskan engkau? Ia menjawab, ‘Bahkan.’ Dia I berfirman, ‘Itulah untukmu.’

Keempat, akan selalu berhubungan dengan Allah swt.

Dari Aisyah ra berkata, Rosulullah saw bersabda, “Silaturahmi itu tergantung di `Arsy (Singgasana Allah) seraya berkata: “Barangsiapa yang menyambungku maka Allah akan menyambung hubungan dengannya, dan barangsiapa yang memutuskanku maka Allah akan memutuskan hubungan dengannya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Kelima, silaturahmi merupakan salah satu penyebab utama masuk surga dan jauh dari neraka.

Dari Abu Ayyub al-Anshari ra, sesungguhnya seorang laki-laki berkata: “Ya Rasulullah, ceritakanlah kepadaku amalan yang memasukkan aku ke dalam surga dan menjauhkan aku dari neraka. Maka Nabi saw bersabda : “Engkau menyembah Allah swt dan tidak menyekutukan sesuatu dengan-Nya, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan menyambung tali silaturahmi.” (HR Bukhari dan Muslim)

Keenam, silaturahmi merupakan ketaatan kepada Allah swt dan ibadah besar, serta petunjuk takutnya hamba kepada Rabb-Nya, sehingga ia menyambung tali silaturahmi tatkala Allah swt menyuruh untuk disambung.

Firman Allah swt : “Dan orang-orang yang menghubungkan apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan, dan mereka takut kepada Rabbnya dan takut kepada hisab yang buruk.” (QS. Ar-Ra’d :21)

Ketujuh, silaturahim merupakan amalan yang paling dicintai oleh Allah swt.

Dari seorang laki-laki dari Khos’amm berkata: “Saya mendatangi Rasulullah sawsedangkan beliau sedang bersama salah seorang sahabatnya, aku berkata: kamu mengaku bahwa engkau adalah Rasulullah? Rasulullah saw menjawab: “iya”, aku bertanya: amalan apa yang paling dicintai Allah swt. Beliau menjawab; “Beriman kepada Allah swt ”, aku bertanya lagi, kemudian apa lagi ? beliau menjawab : “kemudian menyambung silaturahmi”. (HR Abu Ya’la dengan sanan Jayyid)

Kedelapan, sesungguhnya ganjaran silaturahmi lebih besar dari pada memerdekakan budak

Dari Ummul mukminin Maimunah binti al-Harits radhiyallahu ‘anha, bahwasanya dia memerdekakan budak yang dimilikinya dan tidak memberi kabar kepada Nabi saw sebelumnya, maka tatkala pada hari yang menjadi gilirannya, ia berkata: “Apakah engkau merasa wahai Rasulullah bahwa sesungguhnya aku telah memerdekakan budak (perempuan) milikku? Beliau bertanya: “Apakah sudah engkau lakukan?” Dia menjawab: Ya. Beliau bersabda: “Adapun jika engkau memberikannya kepada paman-pamanmu niscaya lebih besar pahalanya untukmu.” (HR Bukhori dan Muslim)

Kesembilan, di antara besarnya ganjaran silaturahmi, sesungguhnya sedekah terhadap keluarga sendiri tidak seperti sedekah terhadap orang lain

Dari Salman bin ‘Amir ra, dari Nabi saw beliau bersabda: “Sedekah terhadap orang miskin adalah sedekah dan terhadap keluarga sendiri mendapat dua pahala: sedekah dan silaturahmi.” (HR Tirmidzi)

Demikian pula dengan hadits Zainab ats-Tsaqafiyah, istri Abdullah bin Mas’ud ra, ketika ia pergi dan bertanya kepada Nabi saw: “Apakah boleh dia bersedekah kepada suaminya dan anak-anak yatim yang ada dalam asuhannya? Maka Nabi saw bersabda: “Untuknya dua pahala, pahala kekeluargaan dan pahala sedekah.” (HR Bukhari dan Muslim)
Hidayatullah.com

Selamat Tahun Baru 1 Muharram 1432 H
Hari Esok Harus Jauh Lebih Baik dari Hari Ini…..

Komentar bertahan »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.